Kasus Trafficking Asal Wori ke Papua Sudah Masuk Ranah Polda Sulut, Ini Penjelasan Kadis DP3A Sri Hesti Hebber

MINUT, NyiurPOST.COM – Viral, Kasus trafficking anak bawah umur Asal Sulawesi Utara (Sulut) Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara (Minut) ke Provinsi Papua, saat ini sudah masuk meja Kepolisian Daerah (Polda) Sulut.
Seperti yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Minahasa Utara Sri Hesti Hebber.
“Kami DP3A Minut berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Sulawesi Utara, ”kata Sri Hesti Hebber pada para awak media. Rabu (14/1/2026).
Perlu diketahui, saat ini korban telah diamankan dan saat ini ditangani langsung oleh UPTD Provinsi Sulawesi Utara.
Sri Hesti Hebber memastikan meski penanganan utama kini berada di tingkat provinsi, DP3A Minut tetap aktif melakukan pendampingan dan koordinasi.
“Kasus ini sudah ditangani oleh UPTD Provinsi, termasuk pendampingan psikologis. Tim kami terdiri dari dua kepala bidang dan dua konselor, salah satunya psikolog, yang melakukan asesmen awal terhadap kondisi korban,” ucap Hebber.
Sri juga menyampaikan laporan resmi telah diteruskan ke Polda Sulawesi Utara dan saat ini sedang menunggu salinan administrasi dari UPTD Provinsi sebagai bagian dari proses hukum.
Dengan demikian, DP3A Minut bersama UPTD Provinsi Sulut berencana turun ke desa untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, baik melalui sekolah maupun pemerintah desa.
“Kami tidak hanya fokus pada penanganan korban, tetapi juga pencegahan. Minggu depan akan dilakukan edukasi kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang,” ungkap Hebber.
Sesuai informasi yang diterima kepada media, diduga pelaku Bernama panggilan “Manohara” asal Desa Wori. Dalam video tersebut, pelaku bersama predator seks dari Papua berada dalam kamar bersama korban dan sempat mengambil gambar dengan sejumlah uang yang banyak dan korban terekam video lagi ada dalam kamar tersebut badan setengah telanjang yang di tutupi selimut.
Sangat disayangkan kejadian ini boleh terjadi, apalagi korbannya masih dibawah umur, untuk itu perlu ada pengawasan dari para orang tua agar tidak terjadi lagi seperti kejadian ini.
(IS)



