Tutup MTQ XXXI, Kanwil Kemenag Sulut: Minut Contoh Nyata Moderasi Beragama

AIRMADIDI, NyiurPOST.COM – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Utara resmi ditutup di Alun-alun Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Jumat (10/7/2026).
Penutupan dihadiri ribuan masyarakat, kafilah dari 15 kabupaten/kota, dewan hakim, LPTQ, jajaran Kemenag Sulut, dan unsur pemerintah daerah.
Ketua Panitia Pelaksana yang juga Asisten I Setda Minut, Umbase Mayuntu, menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian MTQ berjalan aman, tertib, dan sukses.
“Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama panitia, Pemkab, Kemenag, LPTQ, dewan hakim, kafilah, dan masyarakat. Persiapan hanya lima hari, tapi berkat kolaborasi semuanya bisa berjalan baik,” ujar Umbase.
Ia menegaskan MTQ di Minut menjadi bukti nyata toleransi. “Seorang Nasrani dipercaya jadi Ketua Panitia MTQ Provinsi. Begitu juga saat Natal 2024 lalu, panitianya dipimpin tokoh Muslim. Ini gambaran kuatnya kerukunan di Minahasa Utara,” tambahnya.
Dewan Hakim menetapkan Kota Kotamobagu sebagai Juara Umum MTQ XXXI Sulut dengan 220 poin. Posisi kedua diraih tuan rumah Minahasa Utara dengan 215 poin, dan ketiga Kota Manado dengan 190 poin. Keputusan dewan hakim bersifat final.
Ketua Umum LPTQ Sulut sekaligus Bupati Bolmong Selatan, Drs. H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si., mengapresiasi Pemkab Minut. “Persiapan singkat tapi hasilnya luar biasa. Ini komitmen kuat daerah mendukung syiar Islam dan menjaga kerukunan,” ucap Iskandar.
Para juara pertama akan dibina untuk mewakili Sulut di MTQ Tingkat Nasional di Semarang, 11–20 September 2026.
Mewakili Bupati Joune Ganda, Asisten III Drs. Yossy Kawengian menegaskan MTQ ini bukti nilai “Torang Samua Basudara” terus dirawat di Minut. “Semoga nilai-nilai Al-Qur’an yang didapat diamalkan dan menjadi penguat persaudaraan,” katanya.
Kepala Kanwil Kemenag Sulut Dr. H. Ulyas Taha, M.Pd., yang menutup MTQ, juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan dari Menteri Agama RI. “Minahasa Utara tidak hanya sukses menyelenggarakan, tapi juga menjadi contoh nyata moderasi beragama,” tutup Ulyas.
(IS/***)



