Bukan Sekadar Cantik dan Pintar, 33 Peserta Utu Keke Minut Diuji Integritas dan Karakter

MINUT, NyiurPOST.COM – Sebanyak 33 peserta mengikuti Big Audition Pemilihan Utu Keke Minahasa Utara (Minut) 2026, Selasa (6/10/2026). Tahapan ini tidak hanya menjadi ruang untuk menguji kemampuan dan potensi peserta, tetapi juga menjadi momentum untuk menyaring figur muda yang dinilai memiliki karakter, kompetensi dan integritas.
Mewakili Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, Asisten III Pemkab Minut Jossy Kawengian menegaskan bahwa sosok Utu Keke yang nantinya terpilih memiliki tanggung jawab lebih besar daripada sekadar menyandang gelar sebagai duta daerah.
Menurutnya, Utu Keke harus mampu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkenalkan Minahasa Utara, baik dari sisi budaya, pariwisata, pembangunan maupun berbagai potensi daerah lainnya.
“Utu Keke ini nantinya menjadi mitra pemerintah Kabupaten Minut dalam menyerukan berbagai potensi budaya maupun pariwisata. Selain itu juga diharapkan bisa ikut menyuarakan pembangunan, pelayanan kepada masyarakat, penyelenggaraan pemerintahan termasuk segala potensi yang ada di Minut ke mana saja kita pergi,” ujar Kawengian.
Ia mengatakan, kemampuan intelektual maupun bakat yang dimiliki peserta harus berjalan beriringan dengan karakter yang baik. Sebab, figur Utu Keke akan membawa nama Minahasa Utara ketika berada di tengah masyarakat maupun ketika berinteraksi dengan berbagai pihak.
“Tidak berguna jika kita pintar tapi perilaku tidak bagus. Integritas, kompetensi serta perilaku yang baik itu saling bersinergi bersama, sehingga benar-benar bisa menjadi panutan di mana saja nantinya berada,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam pelaksanaan Big Audition. Para peserta tidak hanya dituntut tampil percaya diri, tetapi juga menunjukkan kesiapan untuk menjadi figur muda yang mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Minahasa Utara Jein Barantian menambahkan bahwa keberhasilan dalam proses pemilihan tidak dapat dicapai secara instan. Menurutnya, persiapan yang matang dan kesungguhan dalam mengikuti setiap tahapan menjadi kunci penting bagi para peserta.
“Yang bersiap dengan baik pasti akan berhasil, karena tidak ada sesuatu yang instan,” kata Jein Barantian.
Ia pun mendorong seluruh peserta untuk mengikuti setiap tahapan dengan serius serta terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Baginya, proses yang dijalani para peserta merupakan bagian penting dalam membentuk figur Utu Keke yang siap tampil dan berkontribusi bagi daerah.
Dalam pelaksanaan Big Audition kali ini, panitia mencatat terdapat 12 instansi yang belum mengutus perwakilan. Sementara itu, dua perusahaan turut mengirimkan perwakilan untuk ambil bagian dalam tahapan Pemilihan Utu Keke Minut 2026.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap instansi yang berpartisipasi, panitia memberikan sertifikat kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir dengan mengutus perwakilan.
Kehadiran peserta dari berbagai unsur tersebut sekaligus menunjukkan adanya dukungan dan kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan Pemilihan Utu Keke Minut 2026.
Lebih jauh, ajang ini diharapkan tidak berhenti pada proses pemilihan figur terbaik. Utu Keke yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi wajah generasi muda Minahasa Utara yang memiliki kemampuan, karakter serta kepedulian terhadap kemajuan daerah.
Dengan demikian, Utu Keke Minut dapat mengambil peran lebih luas dalam mempromosikan destinasi wisata, budaya, ekonomi kreatif dan berbagai potensi unggulan Minahasa Utara, sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan kepada masyarakat.
Big Audition tersebut turut dihadiri Asisten III Pemkab Minut Jossy Kawengian, Kepala Dinas Pariwisata Minut Jein Barantian, Ketua Aliansi Utu Keke Nina Kindangen serta perwakilan OPD.
(IS/***)



