Minahasa Utara

Bupati Joune Ganda Serukan Persatuan di Hari Kesaktian Pancasila: Jangan Sampai Kita Terpecah

MINUT,NyiurPOST.COM – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Kabupaten Minahasa Utara tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Momentum tersebut dimanfaatkan Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., untuk mengajak masyarakat kembali menghidupkan semangat persatuan, gotong royong dan kebersamaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Minahasa Utara.

Dipercayakan sebagai Komandan pada Upacara Hari Kesaktian Pancasila tersebut Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Minut Jein Barantian.

Pesan itu disampaikan Bupati Joune Ganda saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Upacara Kantor Bupati Minahasa Utara, Kamis (1/10/2026).

Mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, peringatan tersebut menurut Joune menjadi pengingat bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun di tengah keberagaman.

“Bangsa kita ini menjadi satu, menjadi besar dengan adanya Pancasila. Nilai-nilai yang ditanamkan inilah yang tentunya akan menjadi semangat bagi kita, akan menjadi modal bagi kita untuk menuju Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur,” ujar Bupati Joune Ganda.

Ia menilai nilai-nilai Pancasila memiliki keterkaitan erat dengan kearifan lokal yang telah tumbuh dalam kehidupan masyarakat, termasuk di Sulawesi Utara dan Minahasa Utara.

Salah satu nilai tersebut adalah mapalus, yang mencerminkan semangat saling membantu, gotong royong dan kebersamaan.

“Semangat gotong royong, semangat kebersamaan, ini juga merupakan bagian dari mapalus. Ini nilai-nilai yang memang juga sudah mengakar di tengah-tengah kehidupan masyarakat kita,” kata Bupati Joune Ganda.

Menurut Bupati Joune Ganda, semangat mapalus perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Minahasa Utara untuk tidak hanya memahami nilai Pancasila secara konseptual, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Terus menjaga, terus melestarikan dan bahkan jangan lupa untuk kita mengajar-ajarkan kepada anak-anak kita,” ajak Bupati Joune Ganda.

Bagi Bupati Joune Ganda persatuan merupakan salah satu modal utama dalam membangun daerah. Perbedaan yang ada di tengah masyarakat, menurutnya, harus menjadi kekuatan dan bukan sumber perpecahan.

“Kebersamaan, persatuan ini adalah modal yang utama. Apabila kita tercerai-berai, kita memiliki perbedaan yang sangat ekstrem yang membuat perpecahan, maka semua keberhasilan kita, kemakmuran yang kita capai, modal dari kekayaan alam kita tidak akan ada artinya,” tegasnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan di tengah keberagaman suku, agama, budaya dan latar belakang.

Bupati Joune Ganda juga menekankan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat, tetapi harus tercermin dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Ia meminta seluruh perangkat daerah menjadikan semangat kebersamaan, keadilan dan tanggung jawab terhadap masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pemerintahan.

“Terutama kami sebagai pemimpin di Kabupaten Minahasa Utara, perangkat daerah yang menjalankan bersama-sama pemerintahan ini harus memiliki semangat kebersamaan,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintahan harus hadir di tengah masyarakat dan memastikan pembangunan dilaksanakan secara adil serta memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

“Bagaimana kita menjalankan tugas dan tanggung jawab kita untuk berada di tengah-tengah masyarakat, adil, bagaimana kita membangun bersama-sama dengan masyarakat. Ini juga menjadi semangat yang ada dalam nilai Pancasila yang harus kita jadikan pedoman untuk menjalankan tata kelola pemerintahan kita di Kabupaten Minahasa Utara,” tandasnya.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Minahasa Utara pun menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen bersama dalam menjaga persatuan, merawat keberagaman dan menghidupkan semangat gotong royong.

Bagi masyarakat Minahasa Utara, nilai-nilai tersebut menemukan bentuk nyata dalam budaya mapalus—kearifan lokal yang terus didorong untuk diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari kekuatan sosial dalam membangun daerah.

(IS)

Related Articles

Back to top button