Minahasa Utara

Inspektorat Minut Periksa 29 SD, SMP dan PKBM, Arahan Bupati Joune Ganda Langsung Tindak Lanjut Terkait Dugaan Penyalahgunaan Anggaran BOSP

MINUT, NyiurPOST.COM – Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda tidak main-main dalam Komitmen melawan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Terbukti sikap tegas langsung dilaksanakan ketika adanya sorotan LSM terkait dugaan penyalahgunaan anggaran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) swasta dan 1 PKBM negeri di Kabupaten Minahasa Utara.

Pasalnya, inspektorat Minut langsung melakukan pemeriksaan 29 sekolah yang ada di Minahasa Utara yakni PKBM, SD dan SMP yang telah di rekomendasi kan Dinas Pendidikan Minut untuk ditelusuri.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Utara (Minut), Jofieta Supit kepada para media. “Kami Dinas Pendidikan Minut sudah merekomendasikan 29 sekolah untuk di audit inspektorat Minut. Karena memang, untuk PKBM belum perna di audit inspektorat, ” sebut Jofieta Supit.

Hal tersebut dikatakan Jofieta, untuk mendukung instruksi Bupati dan Wakil Bupati Joune Ganda dan Kevin William Lotulung dalam prinsip tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan.

”Untuk Audit dana BOSP SD, SMP dan PKBM sudah direkomendasi sejak 29 Januari 2026, dengan adanya perhatian masyarakat lebih membantu kami dalam melakukan upaya untuk lebih teliti dan akurat dalam melakukan penyelidikan” ucap Joefita Supit.

Dikesempatan ini, Jofieta membantah adanya oknum Dinas Pendidikan Minut terlibat. “Tidak ada dari Dinas Pendidikan Minut yang terlibat dalam hal ini, ”tegas Joefita Supit.

Sementara, Kepala Inspektorat Minut melalui Irban Investigasi Ramlan Raranta didampingi Plt Kasubag Administrasi umum dan keuangan serta Audit Penyedia Jerry Maukar membenarkan hal tersebut. “Ya, kami sementara melakukan audit untuk sekolah-sekolah yang direkomendasikan dan bentuk kekurangan dan catatan, kami berikan waktu dalam 2 minggu kedepan untuk mereka selesaikan, ”kata Ramlan Raranta.

Dikatakan Ramlan, memang permintaan buku pada tahun 2025, jadi masi ada buku yang dalam tahap pengiriman masi diberi tenggang waktu.

“Dalam audit, buku-buku yang ada, untuk sementara kami sita, menunggu semua lengkap. Kami antisipasi, jangan sampai, buku tersebut dipindah tangankan ke sekolah lain yang akan diperiksa selanjutnya, kami juga akan mengecek harga dan pengadaan barang yang sesuai dengan SOP, ”pungkas Ramlan Raranta.

(IS/***)

Related Articles

Back to top button