Diplomasi Bupati Joune Ganda Buka Jalan Proyek Sampah Sirkular Korea Selatan untuk Pulau Mantehage-Nain

MINUT,NyiurPOST.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) menyiapkan terobosan baru untuk mengatasi tumpukan sampah di pulau-pulau kecil. Melalui skema hibah Official Development Assistance (ODA) dari Korea Selatan, konsep Circular Waste Management akan diterapkan di Pulau Mantehage dan Pulau Nain.
Konsep ini disampaikan dalam forum koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Kamis (10/6/2026). Bedanya dengan program konvensional, proyek ini menempatkan masyarakat pesisir sebagai ujung tombak.
“Mulai dari rumah tangga, sampah akan dipilah. Sampah organik diolah jadi kompos, sampah plastik didaur ulang jadi produk kerajinan. Semua punya nilai jual,” terang Sefferson Sumampouw Kabag Pemerintahan Setda Minut yang mewakili Sekda dalam presentasi.
Langkah ini sejalan dengan visi pariwisata Minut Kadis Pariwisata Jein Barantian menyebut, kebersihan pulau adalah syarat mutlak agar wisatawan betah. “Mantehage-Nain ada di depan pintu Bunaken. Kalau lautnya bersih, homestay dan UMKM lokal otomatis hidup,” kata Jein Barantian
Di balik inisiatif ini ada peran diplomasi Bupati DR. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., Sebagai anggota Executive Bureau UCLG ASPAC, Ia memanfaatkan jejaring Asia Pasifik untuk membawa manfaat langsung ke daerah.
Minut sebelumnya juga sukses menjadi tuan rumah Executive Bureau Meeting UCLG ASPAC 2024. “Kepercayaan dunia itu harus kita bayar dengan hasil. Proyek ini bukti bahwa daerah bisa main di level global,” ujar Bupati Joune Ganda.
Pemkab Minut berharap hibah segera cair agar sistem pengelolaan sampah modern bisa segera berjalan dan menjadikan Mantehage-Nain sebagai ikon ekowisata Sulawesi Utara.
(IS/***)



