Cegah Kriminalitas, Pemdes Tatelu Gelar Razia Sajam dan Miras di Area Pertambangan

TATELU, NyiurPOST.COM – Pemerintah Desa Tatelu, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara menggelar razia senjata tajam (sajam) dan minuman keras (miras) di area pertambangan. Kegiatan yang melibatkan unsur Forkopimcam ini dilaksanakan pada Kamis (16/7/2026).
Razia menyasar seluruh mess dan barak pekerja tambang. Selain penggeledahan, petugas juga memberikan edukasi Kamtibmas kepada para penambang agar menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja.
Dari hasil razia, petugas berhasil mengamankan puluhan sajam berupa badik dan golok.
Wakapolsek Dimembe Ipda Stanly Malope menjelaskan, pada razia tahap awal ini pihaknya belum melakukan penindakan hukum terhadap pemilik sajam.
“Saat ini kami hanya melakukan penyitaan terhadap sajam yang ditemukan. Belum ada penindakan kepada pemiliknya. Namun untuk razia berikutnya yang dilakukan secara mendadak, kami pastikan akan ada tindakan hukum bagi siapa saja yang kedapatan membawa sajam,” ujarnya.
Camat Dimembe Ansye Dengah mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Tatelu. Menurutnya, razia ini sangat strategis untuk mencegah tindak pidana dan penganiayaan yang melibatkan sajam.
“Kegiatan seperti ini berdampak langsung pada keamanan pekerja tambang dan lingkungan sekitar. Kami berharap ini menjadi program rutin agar wilayah tetap kondusif,” kata Ansye.
Hal senada disampaikan Kapten TNI Lucas. Ia menyebut area tambang yang bebas sajam akan meminimalkan potensi kriminalitas.
“Apresiasi setinggi-tingginya untuk pemerintah desa. Pertambangan yang bersih dari sajam tentu mengurangi risiko kriminal,” ucapnya.
Hukum Tua Desa Tatelu Anatasya menyampaikan, razia ini merupakan bagian dari program Kamtibmas desa sekaligus persiapan menyambut HUT Desa Tatelu pada 19 Juli mendatang.
“Keamanan pekerja dan lingkungan tambang menjadi perhatian kami. Razia sajam dan miras penting dilakukan agar aktivitas pertambangan berjalan aman dan berdampak positif bagi perekonomian pekerja serta masyarakat Tatelu,” jelas Anatasya.
Diketahui, para pekerja tambang di Desa Tatelu berasal dari berbagai daerah, seperti Kotamobagu, Sangihe, dan Pulau Jawa. Keberadaan mereka diketahui dan terdata oleh pemerintah desa yang berkolaborasi dengan Koperasi Batu Emas di bawah pimpinan Ketua Henry Walukow.
Dengan razia ini, Pemdes Tatelu berharap tercipta suasana kerja yang aman, tertib, dan produktif di area pertambangan.
(IS)



