Dampingi Delegasi Uni Eropa, Kadis Pariwisata Minut Jein Barantian Perkenalkan Desa Ekowisata Bahoi ke Dunia

LIKUPANG, NyiurPOST.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) terus memperluas promosi pariwisata berkelas dunia. Salah satu agendanya adalah kunjungan Delegasi Uni Eropa (Team Europe) ke Desa Ekowisata Bahoi, Jumat (17/7/2026).
Rombongan Team Europe yang didukung KfW Development Bank dan Wildlife Conservation Society (WCS) ini datang untuk meninjau langsung pengelolaan wisata berbasis lingkungan di desa pesisir tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Minut Jein Barantian, S.E., diketahui mewakili Bupati Joune Ganda yang turut mendampingi delegasi selama kegiatan.
Kegiatan di Bahoi, para delegasi mendapat pemaparan mengenai pengelolaan kawasan wisata berbasis konservasi, pelestarian ekosistem pesisir dan laut, serta peran aktif masyarakat dalam menjaga keberlanjutan destinasi.
Desa Bahoi dinilai sebagai model pengembangan pariwisata yang berhasil menyeimbangkan pelestarian alam dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kadis Pariwisata Jein Barantian menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Team Europe, KfW, dan WCS menjadikan Bahoi sebagai lokasi studi lapangan.
“Kami sangat mengapresiasi Delegasi Uni Eropa, KfW, dan WCS. Ini bukti komitmen Minut dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mengembangkan pariwisata berkualitas mendapat pengakuan internasional,” ujar Jein Barantian.
Ia menambahkan, Bahoi adalah destinasi unggulan Minut dengan konsep pariwisata berkelanjutan.
“Kami berharap kunjungan ini semakin menguatkan promosi pariwisata Minut di tingkat internasional, sekaligus membuka peluang kerja sama baru di sektor pariwisata dan konservasi,” lanjut Jein Barantian.
Kunjungan ini menjadi momentum strategis bagi Pemkab Minut untuk memperkenalkan destinasi unggulan kepada mitra internasional. Pemerintah daerah optimistis sinergi dengan Uni Eropa, KfW, dan WCS akan mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan, meningkatkan daya saing destinasi, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat serta lingkungan.
Sebagai bagian dari KEK Likupang, Desa Ekowisata Bahoi terus dikembangkan sebagai contoh destinasi berbasis komunitas yang tangguh terhadap perubahan iklim dan berwawasan lingkungan.
(IS/***)



