Berita Terkini

Kasus Perkara Hutang 6 Juta, Sudah Ada Titik Terang

Minut, NyiurPOST.com – Sidang perkara kasus hutang 6 juta kembali disidangkan dengan menghadirkan saksi yang meringankan terdakwa semakin mendapatkan titik terang di Pengadilan Negeri Airmadidi, Rabu (2/12).

Sidang yang dipimpin oleh hakim ketua Alfianus Rumondor SH, bersama hakim anggota Anisa Nurjanah, SH. MH, dan Syaiful Idris, SH dengan nomor perkara 124 /Pid. B/2020/PN-ARM, yang kali ini menghadirkan salah satu saksi yang pernah meminjam uang juga dari korban Sriyati Wakadu (SW) melalui saksi Rence Wongkar (RW) yang keduanya warga desa pandu.

Menurut pengakuan saksi yang dihadirkan pada sidang tersebut, bahwa RW pernah menawarkan pinjaman uang tapi dengan bunga 20 persen. Kata RW “Siapa yang mau pinjam uang nanti ba bilang tapi bunga 20 persen”,ucap saksi Watti, yang menjawab pertanyaan dari Hakim.

Diketahui RW dan Saksi Watti merupakan teman sekantor di salah satu Dinas di Kabupatan Minahasa Utara, ditambahkannya lagi bahwa Korban SW sudah sering datang ke kantor serta juga meminjamkan uang kepada beberapa pegawai di kantor tersebut.

Watti juga menyampaikan bahwa dalam dia melakukan pinjaman tersebut syarat jaminan yang di berikan kepada SW adalah berupa buku tabungan sebagai tempat masuk gaji. ” Buku Tabungan saya di pegang ibu Sri’, tutur Watti. Selain itu ketika saksi melakukan pinjaman ke SW sebesar 2 juta rupiah, ternyata ada jatah ke RW sebesar 500 ribu rupiah, sehingga uang yamg Watti terima hanya sebesar 1,5 juta rupiah dan tetap di bebankan bunga 20 persen juga kwitansi yang ditanda tangani kwitansi kosong.

Ada hal yang menjadi perhatian dalam sidang tersebut yaitu berbeda dengan pengakuan Korban SW dan saksi RW sebelumnya bahwa terdakwa RM meminjam uang sebesar 6 juta rupiah, tetapi SW pernah menyampaikan ke saksi Watti bahwa uang yang di pinjam terdakwa hanya 5 juta rupiah saja

Mendengar kesaksian tersebut maka hakim ketua menutup sidang tersebut dan menunda sidang sampai Minggu depan kamis 10 Desember 2020.

Terkait hasil sidang, menurut kuasa hukum terdakwa Dr (C) Abdul Kadir, SH. MH, dari kesaksian saksi bahwa pinjaman kepada SW ada nilai ekonomisnya. “Ini justru ditawarkan, ada bunganya dan pada saat uang dikembalikan barulah buku tabungan dan buku gaji dikembalikan. Artinya, ini hasil kesepakatan, “jelas Kadir.

Terlihat dari fakta-fakta persidangan lanjut Lowyer asal Jakarta ini, tidak ada perbuatan yang terkait dengan pasal 378 KUHP “memberikan nama palsu, alamat palsu, martabat palsu, bujuk rayu” Itu tidak ada. Ini meminjam. Artinya, ini tidak ada unsur pidananya, “pungkasnya.

Sudah cukup jelas, tandas Kadir. Namun, Kadir kembalikan semuanya kepada hakim, secara objektif biar hakim yang menilai dan memutuskan. “Sidang minggu depan akan ada saksi-saksi lagi, serta saksi ahli yang akan dihadirkan dalam persidangan, ” tutupnya.

(IS)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button