Berita Terkini

Kasus Pinjaman 6 Juta, Terungkap Di Pengadilan Negeri Airmadidi

Minut, NyiurPOST.com – Kasus pidana terkait hutang 6 juta kembali di sidangkan di Pengadilan Negeri Airmadidi dengan menghadirkan 2 saksi SW dan RW keduanya warga pandu kec.bunaken dan terdakwa RM serta barang bukti berupa kwitansi pinjaman yang menjadi hutang. Selasa (17/11).

Turut dalam sidang tersebut yaitu Jaksa Natalia Runkat, SH, kuasa hukum Terdakwa, Welly Sompie SH, Abdul Kadir, SH dan Arisminto Gumolung SH dan Panitera, sedangkan sidang di dipimpin Hakim ketua Alfianus Rumondor, SH, bersama hakim anggota Anisa Nurjanah, SH. MH, dan Syaiful Idris, SH,

Dari hasil keterangan oleh saksi pertama SW bahwa pada tanggal 5 Maret 2019, terdakwa RM bermasksud meminjam uang dengan nominal 6 juta rupiah, untuk keperluan membayar angsuran mobil, melalui teman terdakwa yang kebetulan teman juga dari SW yang adalah saksi kedua RW, meneruskan ke SW terkait permintaan terdakwa tersebut dan alhasilnya di setujui saksi pertama.

Setelah melakukan pembicaraan lewat handphone pada hari yang sama sekitar pukul 14.00, saksi pertama dan kedua langsung menuju ke rumah terdakwa tepatnya di desa laikit kec. dimembe, minut. Menurut keterangan saksi pertama keduanya langsung ketemu dengan terdakwa RM dirumahnya, kebetulan pada saat itu di rumah tersebut hanya terdakwa sendiri, dan langsung melakukan transaksi pinjaman tersebut, nilai yang di sebutkan oleh saksi pertama adalah 6 juta rupiah dengan disaksikan saksi kedua juga terdakwa. menggunakan kwitansi bermeterai.
“Saya menyerahkan uang 6 juta rupiah disaksikan saksi kedua dan terdakwa setelah itu baru tanda tangan kwitansi’, ungkap saksi pertama.

Berbeda dengan saksi yang kedua yaitu pak rence, yang mangatakan bahwa uang yang di pinjamkan menurutnya dia tidak tahu pasti nilainya yang dia tahu 6 juta rupiah.
“Saya hanya melihat uang diserahkan tapi saya tidak hitung langsung uangnya, saya hanya melihatkan berdasarkan kwitansi saja yaitu 6 juta,’ ucap saksi kedua.

Sidang yang berlangsung hampir 3 jam ini sangat unik dan sempat membuat bingung atas penjelasan dari kedua saksi tersebut, pertanyaan demi pertanyaan yang disampaikan oleh para hakim dan tim kuasa hukum membuat kedua sempat kebingungan juga menjawab.

Dalam persidangan, terlihat hakim mulai meragukan keterangan SW yang mengaku tidak mengenal terdakwa namun begitu cepatnya memberikan pinjaman kepada orang yang tidak dikenal tanpa ada bunga pinjaman.

Sebelum meminjam uang, apakah saksi kenal dengan terdakwa?”tanya Rumondor. “Tidak yang mulia,saya kenal saat mau pinjamkan uang,”jawab SW. “Ibu baru kenal, terus langsung meminjamkan uang ke terdakwa. apakah ibu nggak bicara soal bunga pinjaman atau apa? tanya hakim lagi. “Tidak, hanya sesuai kwitansi 6 juta, “jawab SW.

Merasa tidak yakin dengan jawaban saksi yang tidak meminta bunga pinjaman, Hakim Idris pun menanyakan lagi, “Zaman sekarang ini soal meminjamkan uang, apa benar ibu tidak meminta bunga pinjaman? “Tidak pak, saya minta sesuai kwitansi 6 juta, “ditegaskan SW.

Pada saat saksi kedua RW memberi kesaksian, dirinya membenarkan kalau RM dan SW tidak saling kenal, tapi memberi pinjaman 6 juta tanpa bunga sesen pun. “tidak ada bunga pinjaman, hanya sesuai kwitansi, “Jawab RW kepada hakim.

Dalam sidang ini hakim menanyakan kepada SW kronologi tentang kwitansi. “Kwitansi siapa yang tulis? ditulis jumlahnya dulu atau ditandatangani terdakwa? “tanya hakim. “Saya yang menulis kwitansi. Selesai tulis, tempel materai yang sudah disiap pak obey kemudian pak obey tandatangan,”Jawabnya.

Ada hal menarik dalam fakta persidangan. Terkait soal Pin ATM dari keterangan dua saksi. Menurut keterangan SW pin ATM diminta kepada RM melalui RW dan RW lah yang memberi tahu ke SW pin ATM RM. Tetapi dari kesaksian RW, dirinya tidak tahu menahu soal Pin ATM.

“Saya minta pin ATM setelah seminggu meminjamkan uang, melalui pak Rence (RM) dan pak Rence minta ke pak Obey dan pak Rence berikan Pin itu ke saya, “ucap SW.

Berbeda dengan jawaban RW. “Saya tidak tau menahu soal pin ATM, tidak perna diberikan kepada saya, “jawab RW.

Hal kedua yang menarik perhatian dari para hakim dan kuasa hukum terdakwa dalam sidang ini terungkap, bukan hanya terdakwa yang meminjam uang kepada SR melalui RW ternyata ada beberapa orang lain lagi.  Juga katanya tidak memakai bunga pinjaman. “Ada beberapa pak, saya tidak tahu soal pak wati tapi ada yang lain juga yang pinjam”ucap RM yang tidak dapat menyebutkan nama orang tersebut.

“Apakah semua orang yang dipinjamkan uang tidak ada bunga? “Tanya Hakim:
Tidak yang mulia saya hanya pinjamkan saja, tanpa minta bunga,”Jawab SW.

Disidang ini juga diceritakan ada upaya damai dilakukan oleh keluarga untuk mengembalikan uang 6 juta tapi saksi SW menolak. “Dua kali Istrinya minta damai, tapi saya sudah tidak mau. Trus saya bilang, kalo mo ganti ganti jo 20 juta karena sudah satu tahun, saya juga sudah capek, “beber SW.

Diakhir sidang tersebut, Terdakwa membantah keterangan saksi SW dan RW. “Kwitansi yang diberikan pada saya kosong saat saya tanda tangan. Dan uang yang diberikan hanya berjumlah 5 juta bukan 6 juta, ” pungkas RM.

Terkait Pin ATM, RM mengatakan, tidak perna memberikan pin ATM kepada SW dan RW. “Saya tidak perna berikan PIN ATM saya kepada mereka karena uang yang masuk direkening saya bukan hanya uang gaji saja, “ucap RM.

Selesai sidang, Kuasa hukum terdakwa Abdul Kadir SH mengatakan, dalam persidangan hakim pasti sudah melihat ada hal yang disembunyikan oleh kedua saksi. “hakim pasti sudah melihat ada hal yang disembunyikan oleh saksi, masa sih ada orang yang sering kasih pinjam uang kok gak pakai bunga? tapi nanti kita lihat saja pada hasil persidangan berikut. Kami juga akan tampil 3 saksi lain, “ucap Kadir.

Kadir berharap dalam persidangan ini dapat membuktikan bahwa pekara tersebut adalah perkara Perdata bukan Pidana karena soal pinjaman uang.

Sidang tersebut di tunda pada Minggu depan Selasa 24 November 2020 dgn menghadirkan saksi yang lainnya

(IS)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button