Berita TerkiniMinahasa Utara

Masyarakat Lumpias Demo Minta Turunkan Hukum Tua Dari Jabatan

MINUT, NyiurPOST.com – Masyarakat Lumpias kecamatan Dimembe kabupaten Minahasa utara (Minut) lakukan demo besar-besaran dikantor hukum tua serta memblokir dan menutup kantor desa. Aksi masyarakat ini mengumbar kekecewaan mereka atas hukum tua Desa Lumpias Nikson Ober Mentang (Roy) yang dinilai banyak melakukan pungutan liar kepada masyarakat dan mempersulit pengurusan surat-surat yang dibutuhkan warga. Bahkan diduga telah melakukan penyimpangan dana desa serta melakukan perbuatan tidak terpuji merendahkan martabat desa adat Lumpias atas dugaan asusila.

Demo yang melibatkan hampir seluruh masyarakat lumpias ini meminta pemerintah memberhentikannya Roy Nikson Mentang sebagai Hukum tua Lumpias. “Kami Minta Roy Mentang turun dari jabatannya sebagai hukum tua Lumpias, “ucap Desmon Tewo seirama dengan ratusan pendemo sambil berteriak “Turun, turun” secara bersama-sama.

“Saya mewakili masyarakat, masyarakat sudah resah dengan sikap hukum tua yang tidak lagi menjunjung tinggi adat Desa ini, ” pungkas Desmon.

“Lihat ini sertifikat Prona program presiden Jokowi gratis untuk masyarakat, kami diminta bayar satu juta stengah,” teriak berulang-ulang oleh seorang ibu separuh baya sambil mengangkat-angkat Sertifikatnya.

Dari keterangan Masyarakat didemo ini, dalam hering dengan Komisi 1 DPRD Minut, Mentang akui kalau Dana desa ditransfer kerekening Pribadinya.

Dari pantauan, aparat desa yang mencoba masuk kantor hukum tua dihalangi masyarakat. “Jangan dibuka, jangan dibuka selama Roy Mentang masi menjabat hukum tua. Nanti tunggu Plt baru kantor desa dibuka, “ucap para warga.

Suasana menjadi redah ketika ditengah riak-riuh masyarakat Lumpias didatangi Camat Dimembe Ansye Denga. Ansye minta masyarakat sabar, sebab persoalan ini sudah dalam proses penyelesaian.

“Saya sudah minta pertanggungjawaban hukum tua, jika ada temuan yang harus berhadapan dengan hukum, maka kami akan serahkan perdoalan ini ke APH (Aparat penegak hukum),” jelas Dengah.

Dengah pun menyampaikan agar kantor desa harus dibuka. ” Pelayanan kepada masyarakat harus jalan. Masyarakat tenang, masalah ini akan kami urus. Untuk sementara waktu saya yang akan ambil alih pelayanan kepada masyarakat Lumpias. Setiap hari saya akan datang disini, ” kata Dengah yang berhasil mengendalikan situasi.

Masyarakatpun menyetujui untuk membuka kantor desa Lumpias sambil menegaskan agar Hukum tua Lumpias Nikson Mentang belum boleh masuk kantor Desa Lumpias.

(IS)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button