Hukum & Kriminal

PLN Wilayah Suluttenggo Lakukan Perusakan Tanaman Warga Desa Tetey Diduga Inprosedural, Ini Kata PLN

MINUT,NyiurPOST.COM – PT. PLN Wilayah Suluttenggo melakukan upaya paksa merusak lahan milik Charles Yonatan (CY) warga Desa Tetey Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa utara Provinsi Sulawesi utara diduga tak sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku karena gugatan hukum lahan warga masih dalam proses di Pengadilan Negeri Airmadidi.

Nampak pada kejadian hari ini di lahan milik masyarakat, dengan dilindungi Aparat kepolisian, Pihak PLN telah menebang sejumlah tanaman di lahan milik warga di Desa Tetey. Alasan PLN, ini jalur perlintasan jaringan transmisi SUTT150KV Likupang-Paniki pada Kamis (26/10/2022).

Dari pantauan media ini, Jaksa Negara bertindak selaku pengacara PLN sempat berdebat dan adu argumentasi di restoran seberang lahan objek perkara, tetapi pada saat eksekusi penebangan tanaman tidak ada satupun Jaksa Negara hadir ditempat eksekusi, hanya Aparat Kepolisian yang mengawal pihak PLN yang sedang menebang pohon-pohon.

Dikatakan kuasa hukum pemilik lahan Welly Sompie, SH, terkait persoalan tersebut proses tahapan-tahapan pembebasan lahan tidak dilakukan sesuai prosedur, dan ini yang akan dibuktikan pada persidangan di PN Airmadidi.

“Sangat disayangkan, PLN tidak menunggu putusan Pengadilan, dan langsung lakukan aksi arogannya merusak/memotong tanaman tersebut. Penetapan Nomor 9 dan 18 menjadi dasar pijakan pihak PLN, dan ada gugatan perlawanan karena tidak prosedural tahapan pelaksanaan proyek, tetapi itu dikesampingkan. Kami sangat kecewa pihak kepolisian terkesan bukan pengamanan tetapi jadi bodyguard. Kami akan laporkan ke Propam Polri, apakah tindakan aparat tersebut sudah benar?”ucap Sompie.

Dari keterangan Sompie, sejak tahun 2016 lahan objek perkara telah masuk pembangunan jalur transmisi SUTT150KV Likupang-Paniki, tidak perna ada pemberitahuan kepada pemilik. Nanti pada 1 Oktober 2022, pemilik lahan diundang hadir dalam pertemuan yang akan dilaksanakan pada 10 Oktober 2022, tetapi pada 5 Oktober 2022 pihak PLN melalui jalur belakang menerobos masuk lahan warga dengan alat eksavator membuat pemilik lahan kaget dan langsung melapor ke Polsek Dimembe.

“Pada tanggal 10 Agustus, pak Charles datang dari jakarta memenuhi undangan tetapi saat itu sesuai petunjuk, bertemu dengan pak Faisal (PLN) namun klien saya di bentak-bentak untuk paksakan menerima saja lahannya dipakai mendirikan sutet untuk jalur listrik tegangan tinggi tersebut sehingga tidak mendapat kesepakatan. Kami bukan menghalangi proyek pemerintah tetapi harus sesuai aturan. Ada tahapan-tahapan. Katanya, klien kami tidak mengikuti prosedur, tetapi kenapa dalam penetapan pengadilan, dicatat alamat pemilik lahan tidak diketahui. Lebih parah, Hukum Tua Tetey, mengeluarkan surat keterangan tanah kepada pihak PLN yang seharusnya hanya bisa diberikan kepada pemilik lahan. Ini akan kami proses hukum, “tegas Sompie.

Sementara, pihak PLN Misel Daniel mengatakan, pihak PLN melakukan untuk kepentingan umum. Kami hanya menjalankan sesuai aturan karena sudah mengantongi surat penetapan konsinyasikonsinyasi, dan tidak untuk merugikan pemilik tetapi mengutamakan kepentingan orang banyak.

Sementara, salah satu Kuasa Hukum PLN, Frits G Kayukatui SH MH mengatakan, tindakan apapun yang akan dilakukan pihak CY itu hak mereka. Namun pihak JPN (Jaksa Pengacara Negara) tetap akan melakukan sesuai dengan hukum yang berlaku sesuai undang-undang nomor 2 tahun 2012.

“Langkah-langkah yang dilakukan JPN telah sesuai dengan aturan dan Undang-undang yang berlaku. Terkait penetapan yaitu konsinyasi atau penitipan uang sesuai perhitungannya. Penitipan uang lahan CY sudah dititipkan di pengadilan sesuai keputusan penetapan. Dan ini adalah prosedur terakhir pada tahap pengadaan tanahtanah, ” ucap Kasidatun Kejaksaan negeri Minahasa utara ini.

Ditempat kejadian perkara, Kasatsabara AKP Hendrik Rantung mengatakan, keberadaan pihak kepolisian hanyalah sebatas pengamanan.

(IS)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button