Minahasa Utara

Rakor Tanggap Bencana, Novly Wowiling : Pemkab Minut Siap Kerahkan Segenap Potensi Pemerintahan Dalam Penanganan Bencana Di Minut

MINUT,NyiurPOST.COM – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) adakan Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penanganan Bencanana yang bertempat di ruangan rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Minut. Sabtu (28/1/2023).

Rapat ini langsung di pimpin Sekda Minut Novly Wowiling, dan dihadiri Asisten III Rivino Dondokambey, Kaban Keuangan Carla Sigarlaki, Kadis Kominfo Robby Parengkuan serta BPBD dan para Camat di delapan kecamatan yang terdampak bencana.

Novly mengatakan bahwa tujuan rapat tersebut adalah implementasi langkah langkah percepatan penanganan bencana yang diinstruksikan Bupati Minut Joune J.E. Ganda SE., M.AP, M.M, M,Si

“Minut sudah ditetapkan status darurat bencana dan pak Bupati telah memerintahkan langkah – langkah percepatan. Rakor ini dalam rangka implementasi langkah langkah tersebut,” ucap Novly pada awak media.

Di katakannya, pada rakor tersebut, para Camat memberi laporan serta rencana tindak lanjut, Juga diatur sistem kerja dan koordinasi. Ia juga menambahkan bahwa dalam hal ini Pemkab Minut siap mengerahkan segenap potensi pemerintahan dalam penanganan bencana di Minut

Untuk Penanganan akan berlangsung berjenjang di tingkat Desa, Kecamatan dan Kabupaten.”Untuk Kabupaten, semangat Bupati Minut Joune Ganda untuk menangani bencana di Minut benar–benar terasa,” ujar Sekda Minut.

Lanjutnya, desa bertanggung jawab kepada masyarakat. Kemudian tingkat kecamatan dalam fungsi koordinasi.

“Hasil koordinasi desa ini dilaporkan dalam rakor, dari sinilah Pemkab dapat menangkap kebutuhan masyarakat. Fasilitas yang rusak bisa terdeteksi untuk kemudian diambil langkah kebijakan,” tukas Novly.

Novly menyatakan, Pemkab Minut menyiapkan bantuan berupa kebutuhan dasar yang disiapkan melalui Camat dan Hukum Tua di wilayah terdampak.

Dua posko disiapkan yakni di Pemkab Minut dan BPBD. “Untuk tingkat kecamatan tergantung urgensinya,” jelas Wowiling.

Wowiling minta para Camat yang wilayahnya terdampak untuk memantau kebutuhan warga, hal itu disampaikan dalam rakor. “Rakor kita akan gelar tiap hari,” tegas Novly.

Novly menyatakan, pada rakor tersebut membahas dana BTT. Diketahui, status tanggap darurat bencana yang ditetapkan Bupati selama 14 hari diperlukan dana BTT, yang merupakan dana belanja untuk menganggarkan pengeluaran keadaan darurat, termasuk keperluan mendesak yang tidak dapat diprediksi sebelumnya dan pengembalian atas kelebihan pembayaran atas penerimaan Daerah tahun-tahun sebelumnya serta untuk bantuan sosial yang tidak dapat direncanakan sebelumnya.

“Konsekuensi dari status darurat bencana, pemkab menyiapkan dana BTT untuk itu TAPD perlu dilibatkan dalam Rakor hari ini. Dana BTT ini tidak melibatkan dalam forum pembahasan seperti APBD. Tapi dalam pelaksanaannya seperti yang disampaikan bupati, setiap rupiah yang dikeluarkan harus dalam pengawasan yang kuat agar tepat sasaran dengan syarat warga yang terkena dampak,” pungkas Novly Wowiling.

(IS/****)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button