Wisata

Tanam Mangrove di Pulau Napomanu, Delegasi UCLG Aspac Kagum Keindahan Alam dan Makanan Tradisional Desa Serawet

SERAWET,NyiurPOST.COM – United Cities And Local Governments (UCLG) Asia Pacific (ASPAC) mengunjungi dan dan melakukan Penanaman Mangrove di Pulau Napomanu Desa Sarawet Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara sangat mengesankan, Jumat (7/6/2024).

Para Delegasi turun kelapangan untuk mengetahui secara langsung kondisi wisata di Likupang yang akan dikembangkan/tingkatkan dalam Executive Bereau Meeting UCLG ASPAC.

Para rombongan delegasi menyusuri wisata hutan mangrove kemudian ke pulau Napomanu menggunakan perahu dan mendarat di dermaga yang terbuat dari bambu didampingi Kepala dinas Kearsipan Alfrets Pusungulaa, Kadis Damkar Usman, dan BKD dan setiba di Pulau Napomanu, para Delegasi melakukan penanaman Mangrove.

Walikota Degupan Filipina, Belen Fernandez, saat kembali dari pulau Napomanu Desa Serawet menyampaikan, kekagumannya pada keindahan alam di Desa Serawet. Ia menyampaikan bahagia bisa berada di Desa Sarawet Minahasa Utara. Tempat yang indah, nyaman bahkan masyarakat yang ramah.

“Saya bahagia berada di Sarawet. Tempat ini memberikan Sukacita, tempat yang indah seperti di surga. Laut yang bersih dan bening. Masyarakat yang ramah,” (dengan bahasa yang sudah di translate) ucap Mrs Belen didampingi Delegasi Taipei Mrs. Sherry Wang.

Selain itu, sambil mencicipi kue dan makanan yang disajikan, Fernadez juga menyampaikan menyukai semua makanan, sangat enak. Mulai dari kue Cucur, Nasi jahe, pisang goroho dan sambel roa serta sayur bunga popaya.

“Wow, it’s beautiful and the back is very clean. I felt like I was in healing heaven. the sea is very clean, transparent, and the food is delicious. There are goroho bananas, roa fish houses, and cucur cakes and popaya flower vegetables. I am really happy and the people are very friendly, “ucap Fernandez sambil menanyakan menu kue dan makanan tersebut dan meminta untuk di bungkus.

Tak hanya itu, Fernandez juga meminta resep kue cucur, nasi jaha dan sayur bunga popaya. Dia mengatakan, dia bahagia dan akan kembali lagi ke Minahasa Utara.

Selain itu, Gubernur Taipei Colden Yang juga menyampaikan kekagumannya dengan pemandangan alam hutan mangrove Desa Serawet. Mangrove Jenisnya lebih banyak dan lebih besar dari negaranya. “Beautiful environment. We anjoy petrochemical, We enjoy Veryverymuch, ” tuturnya.

Hukum Tua Desa Sarawet Herry Tongkukut menyampaikan rasa bangga karena Desa Sarawet boleh terpilih menjadi salah satu daerah pariwisata sebagai tempat kunjungan delegasi UCLJ ASPAC oleh kementrian Pariwisata RI.

”Kami tidak menyangka, Desa Sarawet boleh terpilih dari sekian banyak Desa Wisata untuk dikunjungi Delegasi UCLG ASPAC. Kami sangat bangga, ini sangat luar biasa, “ucap Hukum Tua Desa Sarawet.

Dikatakannya, Kami sangat senang tapi juga menjaditanggung jawab yang harus dilaksanakan, apalagi melihat sarana dan prasarana belum ada. “Tetapi karena kami sudah dipilih, maka kami akan mendukung sepenuhnya pemerintah Kabupaten Minahasa Utara pak Bupati, Wakil bupati dan Sekda berupaya untuk mengembangkan sektor pariwisata Desa Sarawet.

Dari keterangan Tongkukut, dalam rangka menyambut para Delegasi, dirinya membuat testing area 2 buah gazebo ukuran besar, 4 toilet dan dermaga bambu di pulau Napomanu.

Sekarang ini Desa Sarawet sudah lebih di kenal dimata dunia. Kunjungan wisata ke tempat ini pasti akan lebih meningkat dan ini berdampak baik untuk meningkatkan ekonomi masyarakat kedepan. Perahu-perahu akan disewa dan makanan lokal pasti akan laku terjual karena semua yang disajikan mereka sukai, ” ucapnya.

Ditambahkan pelatih Silat Internasional ini, dalam pengembangan pariwisata, pemerintah Desa akan mempersiapkan masyarakat untuk belajar bahasa Inggris dan akan diawali dengan perangkat Desa supaya Desa Sarawet benar-benar siap.

Sementara ketua TP PKK Desa Sarawet Enola Kaunang menyampaikan, rasa bangga karena apa yang disajikan ibu-ibu PKK Desa Sarawet sangat di sukai para turis.

“Kami sangat bangga, saat mereka kembali dari hutan mangrove, mereka mencicipi makanan lokal yang kami sajikan semua disukai, sampai daun pembungkus Nasi jaha mereka makan. Kata mereka enak, ” ujar Hukum Tua Desa Serei ini.

Turut menyambut para Delegasi asia Pasifik Ketua BPD Sarawet Zulchair Bogar, perangkat Desa Sarawet dan masyarakat.

(IS/***)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button