BKPSDM Minut Hadirkan SIKLABAT, Percepat Transformasi Pengembangan Kompetensi ASN Berbasis Digital

Senin, 2 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MINUT, NyiurPOST.COM – Pengembangan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) kini semakin diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital. Menjawab kebutuhan tersebut, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menghadirkan inovasi SIKLABAT (Sistem Kompetensi Pelatihan dan Pengembangan Pembelajaran ASN Terintegrasi).

Inovasi yang digagas BKPSDM di bawah kepemimpinan Kepala Badan Herman Hendrik Mengko ini dirancang untuk membuka akses pembelajaran dan pelatihan yang lebih mudah, fleksibel serta terintegrasi bagi seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.

Kehadiran SIKLABAT menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pengembangan kompetensi aparatur yang tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pola pelatihan konvensional. Melalui platform digital ini, ASN dapat mengakses materi pembelajaran dan mengikuti pelatihan secara daring tanpa dibatasi ruang dan waktu.

SIKLABAT merupakan salah satu dari delapan inovasi daerah yang diluncurkan langsung oleh Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, dalam kegiatan Sosialisasi Pengembangan Kompetensi bagi ASN yang dirangkaikan dengan Launching Inovasi Daerah di Atrium Kantor Bupati Minut, Senin (2/11/2026).

Kepala BKPSDM Minut, Herman Hendrik Mengko, menjelaskan bahwa inovasi tersebut merupakan upaya menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus menjawab kebutuhan peningkatan kapasitas ASN secara berkelanjutan.

Menurutnya, setiap aparatur perlu memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sesuai bidang tugas masing-masing.

“SIKLABAT kami hadirkan sebagai sarana pembelajaran digital yang memungkinkan setiap ASN mengakses berbagai materi pembelajaran maupun pelatihan secara lebih mudah dan praktis,” jelas Herman.

Tidak hanya menyediakan fasilitas pembelajaran, SIKLABAT juga dilengkapi dengan penerbitan sertifikat bagi ASN yang telah mengikuti kegiatan pelatihan. Riwayat pengembangan kompetensi tersebut selanjutnya terintegrasi dengan sistem kepegawaian BKPSDM.

Dengan sistem ini, dokumentasi peningkatan kapasitas aparatur diharapkan menjadi lebih tertata, terukur dan mudah ditelusuri. Hal tersebut sekaligus mendukung pengelolaan manajemen ASN yang lebih sistematis berdasarkan data kompetensi pegawai.

Lebih jauh, inovasi ini diarahkan untuk menumbuhkan budaya belajar di lingkungan birokrasi. ASN tidak hanya dituntut menyelesaikan tugas administratif, tetapi juga harus terus memperbarui kemampuan, meningkatkan profesionalisme dan mampu mengikuti perubahan kebutuhan pelayanan masyarakat.

Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, memberikan apresiasi atas inovasi yang dikembangkan BKPSDM. Ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi merupakan tanggung jawab setiap ASN agar mampu menjawab tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.

“Jangan mudah merasa cukup dengan kemampuan yang dimiliki sekarang. Kita harus terus belajar, meningkatkan kapasitas dan memperbarui cara berpikir. Semangat untuk maju dan berkembang harus dimulai dari diri sendiri. Itu merupakan tanggung jawab setiap ASN,” pesan Joune.

Bupati juga mengingatkan agar inovasi daerah yang diluncurkan tidak sekadar menjadi formalitas untuk memenuhi persyaratan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. Setiap inovasi harus dijalankan secara konsisten sehingga memberikan manfaat nyata bagi organisasi pemerintahan dan masyarakat.

Melalui SIKLABAT, BKPSDM Minut diharapkan mampu memperkuat fondasi pengembangan sumber daya manusia aparatur yang lebih modern. Sebab, birokrasi yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh sistem kerja yang baik, tetapi juga oleh kemampuan ASN untuk terus belajar, berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dengan demikian, transformasi digital melalui SIKLABAT bukan sekadar menghadirkan kemudahan akses pelatihan, melainkan menjadi investasi peningkatan kualitas SDM aparatur demi terwujudnya pemerintahan yang profesional, adaptif dan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

(IS/***)

Berita Terkait

Dana Desa Harus Berdampak bagi Warga, Novly Wowiling Perkuat Peran Evaluator APBDes
Dinas Pariwisata Minut Petakan Potensi 52 Desa Wisata, Bidik Dampak Ekonomi bagi Warga
DLH Minut Gebrak Persoalan Sampah dari Hulu, SIFORSA Ajak Warga Ubah Kebiasaan
Cegah Gratifikasi hingga Desa, PMD Minut Andalkan Inovasi KILAT DESA
Diskominfosan Minut Gebrak Transformasi Digital, AKSI KLABAT Permudah Warga Akses Informasi Pemerintah
HUT ke-302 Paniki Atas, Pemkab Minut Tekankan Gotong Royong dan Pelestarian Budaya Tonsea
Tak Perlu Buka Lahan Baru, Minut Kembangkan Kelapa-Jagung untuk Tambah Penghasilan Petani
Tak Andalkan APBD, SIPERINTIS MINUT Gandeng Perusahaan Atasi Kerentanan Pangan
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 09:45 WITA

Dana Desa Harus Berdampak bagi Warga, Novly Wowiling Perkuat Peran Evaluator APBDes

Selasa, 3 November 2026 - 19:21 WITA

Dinas Pariwisata Minut Petakan Potensi 52 Desa Wisata, Bidik Dampak Ekonomi bagi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 01:08 WITA

DLH Minut Gebrak Persoalan Sampah dari Hulu, SIFORSA Ajak Warga Ubah Kebiasaan

Selasa, 3 November 2026 - 00:57 WITA

Cegah Gratifikasi hingga Desa, PMD Minut Andalkan Inovasi KILAT DESA

Senin, 2 November 2026 - 23:55 WITA

Diskominfosan Minut Gebrak Transformasi Digital, AKSI KLABAT Permudah Warga Akses Informasi Pemerintah

Berita Terbaru

Minahasa Utara

Cegah Gratifikasi hingga Desa, PMD Minut Andalkan Inovasi KILAT DESA

Selasa, 3 Nov 2026 - 00:57 WITA