Sulut

Dirut Pertamina Simon Mantiri Kembangkan Pemanfaatan FABA PLTU Amurang untuk Gentengisasi

MINAHASA SELATAN,  NyiurPOST.COM – Upaya meningkatkan nilai guna limbah industri terus dikembangkan melalui sinergi antar-Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Salah satu inovasi yang tengah didorong ialah pemanfaatan fly ash and bottom ash (FABA) dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebagai bahan campuran pembuatan genteng.

Gagasan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap Program ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Untuk melihat potensi pengembangan inovasi tersebut, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, bersama tim melakukan kunjungan kerja ke PLTU Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Selasa (22/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Simon meninjau secara langsung pengelolaan FABA yang dihasilkan dari proses pembakaran batu bara. Material tersebut selama ini telah dikembangkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk bahan baku semen, batako, paving block, dan material pengeras jalan.

Pengolahan FABA menjadi berbagai produk tersebut menunjukkan adanya peluang pemanfaatan limbah industri untuk mendukung kebutuhan pembangunan sekaligus menciptakan nilai tambah.

Pengembangan pemanfaatan FABA kini diarahkan pada inovasi yang lebih luas. Bersama Danantara, PLN, dan sejumlah BUMN lainnya, Pertamina mendorong pemanfaatan fly ash sebagai salah satu bahan pencampur dalam pembuatan genteng.

Rencana tersebut berkaitan dengan program gentengisasi yang diarahkan untuk mendukung penggunaan genteng sebagai alternatif pengganti atap rumah berbahan seng maupun asbes.

Selain mendukung penataan hunian, pemanfaatan material hasil pengolahan limbah industri diharapkan dapat membuka peluang baru dalam pengembangan produk yang memiliki manfaat bagi masyarakat.

Simon Aloysius Mantiri menyampaikan bahwa pengembangan FABA merupakan bagian dari upaya mendorong inovasi dan kolaborasi dalam pengelolaan limbah.

“Kita ingin melihat bagaimana material yang selama ini merupakan bagian dari sisa proses industri dapat dimanfaatkan kembali dan memberikan nilai tambah. Ini menjadi bagian dari semangat ASRI, bagaimana lingkungan dijaga sekaligus masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” ujar Simon.

Ia menambahkan, kolaborasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam mengembangkan potensi pemanfaatan FABA. Karena itu, inovasi pengolahan limbah diharapkan tidak berhenti pada produk konstruksi yang telah ada, tetapi terus dikembangkan untuk berbagai kebutuhan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Simon juga mengapresiasi jajaran PT PLN (Persero) dan tim PLTU Amurang atas upaya yang telah dilakukan dalam mengembangkan pemanfaatan FABA.

“Apa yang dilakukan di PLTU Amurang ini menunjukkan bahwa inovasi dan kolaborasi bisa membuat limbah memiliki manfaat baru. Kita akan terus mendorong agar potensi seperti ini dapat dikembangkan dan memberi dampak yang lebih luas,” ungkapnya.

Sinergi Pertamina, PLN, Danantara, dan BUMN lainnya menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan limbah secara produktif dan berkelanjutan.

Melalui pengembangan FABA menjadi berbagai produk, termasuk bahan campuran genteng, limbah industri diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi sekaligus mendukung kebutuhan pembangunan dan peningkatan kualitas lingkungan.

Langkah tersebut sejalan dengan semangat Program ASRI dalam mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, aman, dan tertata melalui inovasi serta kolaborasi lintas sektor.

Related Articles

Back to top button