Minahasa Utara

Minut Siap Kembangkan Ubi untuk Energi Alternatif, Joune Ganda: Buka Peluang Ekonomi bagi Petani

MINUT, NyiurPOST.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) menyatakan kesiapan mengambil bagian dalam program pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian energi nasional melalui pengembangan komoditas pertanian.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., usai menghadiri pertemuan khusus bersama Menteri Pertanian dan sejumlah kepala daerah terpilih, Senin (22/9/2026).

Dalam pertemuan yang digelar sekitar pukul 06.00 WIB tersebut, pemerintah pusat mendorong daerah-daerah yang memiliki potensi lahan dan komoditas tertentu untuk ikut mendukung strategi nasional di bidang pangan dan energi.

Bupati Joune Ganda mengatakan, selain penguatan produksi beras, padi dan jagung, pemerintah juga mulai melihat potensi tanaman lain yang dapat dikembangkan sebagai bahan baku energi alternatif, salah satunya ubi.

Menurutnya, pengembangan komoditas tersebut membutuhkan dukungan daerah yang memiliki kondisi lahan yang sesuai. Tidak seluruh wilayah Indonesia memiliki karakteristik yang memungkinkan tanaman tersebut dikembangkan secara masif.

“Tidak semua daerah di Indonesia itu bisa ditanami atau cocok ditanami secara masif untuk mendukung program ini,” ujar Bupati Joune Ganda.

Ia menjelaskan, pengembangan energi alternatif dari komoditas pertanian menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar minyak (BBM) impor.

Sulawesi Utara sendiri mendapat perhatian dalam program tersebut. Dari daerah di Sulawesi Utara, Kabupaten Minahasa Utara dan Kabupaten Bolaang Mongondow menjadi daerah yang hadir dalam pertemuan tersebut dan diharapkan dapat berkontribusi melalui kesiapan lahan.

Menanggapi hal itu, Bupati Joune Ganda menegaskan Pemkab Minut siap berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menindaklanjuti program tersebut.

“Kami menyampaikan kesiapan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam mendukung program ini,” tegasnya.

Bagi Minut, kata Bupati Joune Ganda, program tersebut bukan hanya berbicara mengenai kepentingan energi nasional. Jika pengembangan komoditas ubi untuk bahan baku energi dapat direalisasikan, maka terdapat potensi ekonomi baru yang dapat dirasakan masyarakat, khususnya petani.

Ia menilai, komoditas yang dapat dibudidayakan kembali memiliki nilai strategis karena dapat menjadi sumber bahan baku energi yang berkelanjutan sekaligus membuka pasar baru bagi hasil pertanian.

“Kalau ini bisa dijadikan sebagai alternatif energi pengganti bahan bakar minyak, apalagi ini bisa terbarukan karena bisa ditanam, maka ini juga merupakan suatu peluang ekonomi ke depan bagi masyarakat Minahasa Utara,” ungkapnya.

Bupati Joune Ganda berharap program tersebut dapat segera masuk pada tahap implementasi di Minahasa Utara. Pemerintah daerah, menurutnya, siap menindaklanjuti aspek kesiapan lahan serta kebutuhan lainnya sesuai arahan pemerintah pusat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Joune Ganda juga menyoroti perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) yang disebut Menteri Pertanian telah mencapai angka 129. Angka tersebut, menurut laporan yang disampaikan dalam pertemuan, merupakan capaian tertinggi yang pernah dicatat secara nasional.

Sebelumnya, NTP disebut berada pada kisaran 106 hingga 110.

“Sudah dihitung NTP kita 129. Artinya apa? Petani-petani kita sudah jauh lebih makmur,” kata Bupati Joune Ganda.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi momentum untuk terus memperluas peluang ekonomi di sektor pertanian. Dengan adanya pengembangan komoditas yang memiliki nilai tambah, petani tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan, tetapi juga berpeluang masuk dalam rantai ekonomi energi terbarukan.

“Apalagi dengan program ini, ini merupakan satu peluang bagi kita,” tandasnya.

Pemkab Minut selanjutnya akan melakukan koordinasi lanjutan dengan pemerintah pusat untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan program, termasuk kesiapan lahan dan tahapan pelaksanaannya.

Program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ganda bagi Minahasa Utara, yakni mendukung agenda kemandirian energi nasional sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru dan memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat petani.

(IS)

Related Articles

Back to top button