Sekjen APKASI Joune Ganda : RGSS Harus Jadi Instrumen Pembelajaran, Bukan Penghakiman Daerah

JAKARTA, NyiurPOST.COM – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Joune Ganda, menegaskan evaluasi kinerja pemda harus adil dan kontekstual. Hal itu disampaikannya saat jadi pembicara panel di acara diseminasi Regional Government Success Scorecard (RGSS), di Hotel Grand Sahid Jaya. Rabu (3/6/2026)
Kegiatan ini digagas Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) bersama Kemendagri dan Chandler Governance Group CGG.
Joune Ganda yang juga Bupati Minahasa Utara mengatakan bahwa tidak adil kalau semua kabupaten diukur pakai standar sama.
“Kabupaten di Jawa beda tantangannya dengan daerah perbatasan, kepulauan, atau pegunungan. Yang diukur itu bukan cuma hasil akhir, tapi kondisi awal dan kapasitas daerah,” kata Joune Ganda.
APKASI menyambut baik RGSS sebagai alat penguat tata kelola. Tapi Joune Ganda memberi catatan bahwa RGSS harus jadi alat belajar bersama, bukan buat jadi perbandingan daerah terbaik dan daerah yang terburuk.
“Jangan samakan kabupaten industri di Jawa dengan kabupaten kepulauan di timur. Kapasitas dan geografinya beda jauh,” kata Joune Ganda.
APKASI juga mendorong penguatan kebijakan berbasis data. Harapannya, RGSS ke depan punya objektivitas data tapi tetap berempati pada keberagaman daerah, supaya otonomi daerah makin kuat dan pelayanan ke masyarakat makin baik.
(IS/***)



